Minggu, 29 Desember 2013

Tanya Besar



Beban rasa semakin membungkukan bahu yang mulai senjang …
Lidah memotong keselarasan janji manis.
Aku semakin pergi ke tempat sinar hilang perlahan. Meninggalkan harapan terbit esok hari.
Bertengkar dengan malam, menantang pagi yang tidak jua tampak.
Aku masih duduk menunggu senja datang sendiri, dengan lama ia memalingkan badan.
Pergi lagi meninggalkan tanya diri yang besar ….
Keramaian seperti sunyi tanpa suara, muka nya muram murung tak bergaris.
Raut yang seperti aku kenal, sudut  mulut yang melengkung seakan senyum …
Terimakasih sudah menyisakan sedikit saja harapan untuk hidup perlahan …

Bandung, 18 desember 2013

Rabu, 18 Desember 2013

Menelan Ludah


Terasa..
Darahku melaju cepat ke puncak otak. Sampai berlabuh ke ubun ubun.
Menggetarkan semua badan, ada hening yang  terdengar … merdu mengalunkan irama.
Aku sedang bermain dengan adrenalin ….
Bibir kering itu basah oleh ludah yang seketika terasa nikmat …

Aku hilang kata,  sejak bibir mu mulai menari …
Beberapa kali aku menghela nafas panjang, bertahan, menahan desakan keinginan …
Antara maaf dan terimakasih bersapaan, penyesalan dan kebahagiaan berdampingan ..
Bibir itu terlalu indah untuk ku ludahi ...
Mata yang mulai sayu memikirkan ketidak mengertian, melirik seakan bicara banyak untuk kepastian …

Memainkan emosi yang sudah tidak beraturan, dinding kamar itu menyimpan semua nya, menjadi saksi bisu yang akan bicara pada kita kelak tentang memori desember malam …
Aku mungkin tak seberuntung kau dik, tapi dengan pribadiku, kau adalah wanita yang paling beruntung yang pernah ada …

Simpan saja dik, simpan untuk lusa yang lebih tersentuh dan manis …


                                                                                             
          Bahasa Frontal Sajak Sesudah semalam.                                  
                                                                                                                                                                    Bandung, 18 Desember 2013